Project: Rinai

Rinai adalah sebuah project yang dibuat olehku, Duu, dan Oti.
Berkisah tentang kehidupan yang biasa saja dari tiga orang wanita biasa. Mereka bersahabat, saling berbagi kisah, saling mendengarkan, saling mendukung satu sama lain. Uma, Mai, dan Jane. Berikut adalah kisah-kisah mereka:

Rinai#1: What If… (Uma)
Rinai#2: What If (Mai)
Rinai#3: There Is Always A Reason (Jane)
Rinai#4: Milky Way and Two Moon (Uma)
Rinai#5: The Broken Story (Jane)
Rinai#6: You Don’t Love Him Anymore (Mai)
Rinai#7: Sebuah Pertolongan (Uma)
Rinai#8: Halusinasi dan Hantu Perasaan (Uma)
Rinai#9: To Let Go (Jane)
Rinai#10: Denoters of Sadness (Uma)
Rinai#11: December (Jane)
Rinai#12: Lost? (Jane)
Rinai#13 : Remembrance (Jane)

 

Iklan

Tuju, Tunggu

Kita adalah kisah-kisah
Pencarian dari satu stasiun hingga ke bandara
Pada tiap sujud dan baris do’a
Pada petang dan malam panjang
Pada harapan dan kepasrahan
Pada Tuhan, kita selalu bertujuan

Sungailiat, 12 Juni 2018
01:36 p.m

Do’a

Sebait do’a
Diam
Ku tujukan
Pada Nona
Agar sembuh luka lara
Pulih sedia kala
Kuat  dimampukan
Sabar digenggam
Dikecup oleh Tuhan dengan sayang
Hilang pedih
Nestapa pergi
dan Nona,
Menyala lagi

Untuk Nona tersayang,
Aku berharap senyummu segera kembang
Suaramu segera nyaring
dan riangmu dalam suka cita

Menyoal Soal Pernikahan – Part 4

manfaat-mempertahankan-keperawanan-hingga-menikah

Saya sejujurnya, sebulanan ini gencar banget nanya ke sana ke sini dan merenungi tentang pernikahan. Misalnya, saya bertanya kepada beberapa teman

” Kenapa kita menikah?”
” Kenapa kamu memilih pasanganmu?”
” Nikah karena ibadah itu apa sih?”
” Kok yakin mau nikah?”
” Gimana kamu yakin bisa menafkahi istrimu? Pekerjaanmu mencukupi hal itu?”
dan pertanyaan sejenis lainnya

Jawabannya pun beragam,
Seperti ketika saya bertanya pada beberapa manten anyar, ” Gimana nikah?”.
Ada yang bilang, ” Bahagiaaaaaaa“, dan ada juga yang bilang, ” Wow wow wow!! Kalo mau nikah, ojo kesusu… jangan bayangin yang indah-indah!

Hmmm… saya pun bingung. Kenapa saya lagi kepo-keponya nanya soal pernikahan ini?? Why?? Wae?? Baca lebih lanjut

Grief

2393_2Dalam ilmu psikologi, grief dijelaskan sebagai suatu respon normal saat kita mengalami kehilangan (tentunya kehilangan sesuatu/seseorang yang sangat signifikan). Ketika seseorang berada dalam kondisi grief, umumnya ia akan mengalami lima tahapan grief, yang mungkin tidak selalu harus berurutan terjadi atau ada beberapa tahapan yang ‘hilang’ (yang tidak dialami). Kelima tahapan tersebut antara lain adalah: Baca lebih lanjut

Song of The Moment: Fix You

 

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you’re too in love to let it go
But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face and I
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face and I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you



Thank you Chris Martin for making this beautiful song

Menjadi (Orang) Dewasa

tumblr_inline_njxxi7ky7y1qgp297

Menurut teori perkembangan, usia dewasa (muda) sudah kita masuki sejak umur 20 tahun. Ntah kenapa, saya baru merasakan mulai memasuki usia dewasa adalah ketika berusia 25 tahun..

Tahun ini, saya akan berusia 27 tahun. Bahkan, ketika menulis tulisan ini pun dahi saya berkerut dan jantung saya berdebar karena menyadari saya ternyata sudah “tua”. Sepertinya, banyak sekali hal-hal yang luput saya lakukan sebagaimana orang dewasa lakukan diusia tersebut.

Baru saja kemarin sore, saya menemani teman saya ke rumahnya yang baru ia beli beberapa bulan. Dengan KPR bersubsidi, ia sudah mempunyai rumah yang akan ia huni bersama keluarganya nanti. Teman ini juga sebentar lagi akan menikah dan tentunya ia sudah mapan karena memiliki status sebagai pegawai negeri sipil. Merupakan hal yang wajar bagi seorang manusia membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain. Jika masih ingat dengan tulisan saya dimana teman saya mengatakan bahwa “kamu belum beranjak“, mungkin dalam konteks ini saya memang masih ‘belum beranjak’. Baca lebih lanjut