Project: Rinai

Rinai adalah sebuah project yang dibuat olehku, Duu, dan Oti.
Berkisah tentang kehidupan yang biasa saja dari tiga orang wanita biasa. Mereka bersahabat, saling berbagi kisah, saling mendengarkan, saling mendukung satu sama lain. Uma, Mai, dan Jane. Berikut adalah kisah-kisah mereka:

Rinai#1: What If… (Uma)
Rinai#2: What If (Mai)
Rinai#3: There Is Always A Reason (Jane)
Rinai#4: Milky Way and Two Moon (Uma)
Rinai#5: The Broken Story (Jane)
Rinai#6: You Don’t Love Him Anymore (Mai)
Rinai#7: Sebuah Pertolongan (Uma)
Rinai#8: Halusinasi dan Hantu Perasaan (Uma)
Rinai#9: To Let Go (Jane)
Rinai#10: Denoters of Sadness (Uma)
Rinai#11: December (Jane)
Rinai#12: Lost? (Jane)
Rinai#13 : Remembrance (Jane)

 

Iklan

Roman Renjana – 3

Aku berusaha mencerna kalimat-kalimat klise yang sering ku dengar, ku lihat, dan berseliweran dimana-mana. Bahwa, kata-kata itu semoga saja tidak menggelikan ketika aku mengilhami bahwa aku mulai merasakan kebenarannya.tumblr_m0w10ch1fp1qkynm4

Sejak aku, dan kita, memilih untuk menyepi dalam senyap. Aku menyuarakan doa-doa untukmu. Bukan doa untuk memilikimu lagi. Namun, sebuah harapan bahwa aku ingin kamu bahagia. Aku ingin kamu menikmati hidupmu di ujung pulau itu. Dan kamu selalu dilimpahkan kebaikan. Dalam benakku, kamu orang baik dan aku ingin segala hal-hal baik pun mengikutimu.

Aku mencintaimu, dan aku tak ‘kan berhenti untuk mendoakanmu

-bersambung



Lanjutkan membaca “Roman Renjana – 3”

Roman Renjana – 2

open-moonlight-skiing-image-1Aku selalu berprasangka, bahwa rasa gundah dan kesedihan yang tiba-tiba datang ini merupakan efek dari bulan purnama. Aku pernah mendengar, bahwa ketika bumi sedang bertemu dengan lingkaran penuh bulat sempurna itu di malam hari, saat itulah hormon seseorang menjadi tidak seimbang. Seringkali, perasaan aneh itu disebut sebagai galau.

Dan aku mendengar kabar tentang kamu. Bukan dari bisik angin malam yang silih berganti menggodaku hingga membikin bayangan wajahmu. Bukan. Tapi dari kata teman lama. Dan aku bertanya-tanya pada Tuhan, “inikah jawabannya?“. Aku kecewa. Entah kecewa padamu, atau pada ekspektasiku yang membayangkan tentang kamu.

Dan aku mendapat kabar lagi. Kabar yang membuat marah. Kesal. Atau merasa sesak?
Bukan tentang kamu. Tapi tentang sebelum kamu. Dan aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, “kenapa?

Aku menghubungi Kara, dan dia berceramah panjang lebar. Mungkin seperti mengelilingi stadion Gelora Bung Karno yang megah meriah itu.

Nggak capek? Kaya gini terus? Lari..mengejar..lalu melepas…lalu terjatuh, sakit sendiri?

Kata-katanya begitu jujur dan apa adanya. Dan aku hanya ingin menangis, terisak, sakit.

Raya… give yourself time… try to love yourself! Make you happy, make you proud! Do what everything you love to do! No hurting, no more!”

Raya… jika kamu selalu mencari dari satu ke satu, maka akan banyak sekali tugas yang harus kamu selesaikan. Perlahan. Kelarin aja dulu yang lama. Jujur pada perasaanmu. Sibukkan dirimu. Buat kamu menikmati hidupmu saat ini. Sayangi dirimu. Makan enak. Nonton. Bepergianlah! Buat kamu merasa bahwa kamu mencintai dirimu lebih dari kamu mencintai orang lain! Do it, now!

Tangisku pecah, dan aku mengangguk.
Dalam hati, aku berjanji.
Aku akan bahagia…
Tanpa bayang-bayangmu
Tanpa dendam dan amarah pada dia

-bersambung

Roman Renjana – 1

Ku hitung-hitung, sudah lebih dari tiga puluh hari kamu bolak-balik dari sini (pikiran). Samar terbayang, lalu tampak jelas, mencekam. Sekarang aku jadi paham, kenapa Chris Martin memberikan nama albumnya Ghost Story. Hantu. Kamu menghantui dalam setiap saat, terlebih ketika malam mulai merayap. Sampai buat aku bergidik. Hih. Ngeri!

tumblr_kzazwcv98x1qa0kg4o1_500

Dan kali ini aku merana dalam renjana. Mulai lah lagu-lagu menggigit ngilu. Sayup-sayup telingaku mendengar lagu Bimbang ciptaannya Melly Goeslaw. Sesekali gombalan Dilan yang bikin keriting jemari juga terdengar. Duh, kamu benar Dilan. Ini berat. Kenapa? Padahal kamu bukan Dek iqbaal.e yang setiap kemunculan iklannya bikin aku senyum malu-malu. Hmmmm.

Aku mulai berpikir. Kerinduan itu dilihat dari dua perspektif. Perspektif aku yang menahan rindu, dan perspektif kamu yang tak tahu menahu. Ughh!

Adikku terkekeh melihat aku nelangsa. Mungkin saat ini dia berpikir aku ini bodoh. Yap! Raya si Bodoh! Itulah aku!

“Raya!!!”

Oh! Suara emak cukup mengagetkanku. Hampir setengah berlari aku menemuinya. Mengambil kantung belanjaannya. Emak baru pulang dari pasar. Dan aku sudah tahu tugasku selanjutnya. Anehnya, setiap kali aku memotong bawang, mengulek cabai merah, atau menggoreng ikan, wajah kamu muncul bak lampu kelap kelip kapal di malam hari. Aduh!

Kadang aku termenung, bagaimana bisa?
Aku menggeleng pelan. Gundah antara mengakui atau mengakhiri.

-bersambung

Life Goal

1519464955300-300x300

Yime… kamu itu baik… tapi belum karena Allah..

Di suatu malam saya mendengar kalimat tersebut dari seorang sahabat saya. Saya termenung. Mencoba memahami apa maksud dari perkataannya. Saya tanyakan, tapi belum mampu memuaskan saya…
Saya selama ini berpikir, “Bukankah setiap kebaikan akan bernilai pahala oleh Allah? Yang penting tulus, tidak riya’, dan harus ikhlas?”

Menjadi orang baik dan melakukan kebaikan pastinya diinginkan oleh setiap manusia. Karena selain merasa dampak positif dari kebaikan itu (entah rasa bahagia atau buah dari kebaikan itu sendiri yang dirasakan langsung) kita pun akan mendapat pahala dari Allah. Namun, sepertinya saya melupakan esensi dan tujuan dari kebaikan itu.

“Saya berbuat baik untuk siapa?”

dan semuanya pun terjawab dalam surat Al An’am ayat 162

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Katakanlah (Muhammad), ”Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Lanjutkan membaca “Life Goal”

Sini

IMG_20180220_143955

Sini,
Aku ajak kamu
Raih tangan ini dan mari kita pergi
Ke ujung deretan pohon itu, nanti kita temui
Ada keramaian di pusat kota
Sirkus penuh dengan kejutan bintang-bintang
Dan pasar malam yang mana gulali kapas itu jadi kesukaan kita
Serta, bianglala akan membawa kita melihat langit, melihat awan, melihat senja, melihat malam
Semarak

Sini, jangan lama-lama
Segera raih dan kita akan pergi
Menjelajahi pulau yang tepinya ada lumba-lumba saling bercengkerama
Serta kita akan menikmati kelapa muda berdua
Bersantai, semilir angin, pasir putih, sejuk menggoda
Memetik kerang, siapa tahu kita menemukan si jenaka bintang laut jingga itu
Dan lagi, kita melihat matahari terbenam
Hingga terbit
Bersama kamu
Bersama kita

Sini,
Ayo… Kemari!
Tunggu apa lagi?

Sungailiat, 23 Juli 2018
10:19 pm